Robert’s-Idea

Expression and Inspiration

LEBIH BAIK PUNYA MUSUH

with 3 comments

Kata “musuh” selalu dikonotasikan dengan berbagai hal yang negatif. Bukannya tanpa alasan stereotip tersebut tercipta. Banyak percekcokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dipicu oleh permusuhan antar golongan. Iri hati, dendam, dengki, dan benci, semuanya adalah benih-benih yang memunculkan sikap bermusuhan. Sikap bermusuhan tersebut tentunya ditujukan kepada seseorang atau pihak yang dianggap sebagai musuh. Singkatnya, kata “musuh” adalah penyebab segala sesuatu yang buruk, dan akibat dari segala sesuatu yang buruk. Well, apa jadinya jika saya memberitahu anda bahwa lebih baik anda punya musuh?

Jangan terburu-buru menghakimi saya sebagai penulis sesat. (hehehe…)

Musuh yang saya maksud disini bukanlah musuh dalam artian seperti diatas. Melainkan seseorang atau pihak yang kita anggap sebagai lawan tanding dalam sebuah kompetisi. Dalam konteks ini, harus disepakati dulu bahwa makna kompetisi tidaklah terbatas pada bidang olahraga saja, melainkan setiap orang yang ingin meraih sesuatu dapat dikatakan sedang menghadapi sebuah kompetisi. Sebab orang tersebut memiliki “lawan-lawan” yang menginginkan hal yang sama, sehingga terjadi perebutan. Misalnya, kompetisi menjadi jawara dalam ajang olympiade matematika, kompetisi menjadi jawara Indonesian Idol, kompetisi menjadi sarjana terbaik, kompetisi memperebutkan posisi sebagai direktur sebuah perusahaan, hingga yang akan segera menjadi kompetisi terpanas di Tanah Air…. Kompetisi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Anda yang sedang membaca tulisan ini, mungkin juga sedang menghadapi sebuah kompetisi. Sebab hidup memang penuh kompetisi

Dalam sebuah kompetisi, anda punya musuh yang harus dikalahkan agar tujuan anda tercapai. Tidak mungkin dua orang memperoleh hasil yang sama. Peraturan dalam sebuah kompetisi selalu memisahkan mana yang terbaik diantara yang baik. Karena itulah saat ini anda sedang berusaha meningkatkan skill, terus berlatih dan berlatih. Dalam proses tersebut, anda mungkin juga sesekali mengamati “lawan-lawan” anda. Terkadang anda terkejut betapa hebatnya mereka semua, lebih daripada yang dapat anda perkirakan. Maka kemudian anda kembali berlatih lebih keras…. dan lebih keras lagi!.

Tidakkah anda sadari, bahwa dengan memiliki musuh, anda selalu termotivasi untuk memacu semangat bersaing dan terus meningkatkan skill. Musuh andalah yang membuat anda menjadi lebih baik hari ini!. Memang harus diakui bahwa itu juga tergantung dari sikap seseorang. Ada seseorang yang menjadi lemah (takut, minder, dan khawatir) ketika melihat lawan-lawannya ternyata lebih kuat dari yang dibayangkan. Namun ada juga yang makin termotivasi!. Bagi orang-orang yang makin minder ketika melihat lawan-lawannya, saya katakan bangkitlah!. Ini bukan jamannya lagi memiliki sikap seperti itu. Dunia saat ini akan ditinggali oleh manusia-manusia yang memiliki semangat bersaing. Tidak percaya? lihat saja, tanda-tandanya sudah nyata.

Bagi anda yang senang berkompetisi, sadarilah bahwa musuh anda adalah aset yang berharga. Jika tidak memiliki musuh, anda tidak akan dapat mengukur seberapa jauh anda sudah melangkah. Dengan tidak adanya musuh, motivasi apa yang membuat anda terus berlatih? toh sudah tidak ada lagi yang menjadi tolok ukur.

Namun jangan salah, diri anda bisa menjadi musuh juga!. Prestasi anda saat ini adalah musuh bagi prestasi anda selanjutnya. Skor yang anda raih saat ini adalah musuh bagi skor yang akan anda pecahkan kelak. Jika anda cukup puas dengan keadaan dan prestasi yang telah diraih saat ini, bisa jadi anda akan terlena dan tidak lagi berlatih mengembangkan kapasitas.

Maka dari itu, waspadalah…. musuh mengintai dimana-mana. Namun syukurilah hal tersebut.

Sayangnya, saat ini banyak yang mengotori kehormatan sebuah kompetisi dengan menghalalkan segala cara untuk menang. Pemenang bukan lagi ditentukan dari kemampuan yang dimiliki, tetapi dari faktor-faktor lain. Umumnya…….. Money!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Iklan

Written by robert

Juni 15, 2008 pada 4:09 am

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Jangan jadi orang yang bertanggung jawab.

    Tapi jadilah orang yang PALING bertanggung jawab.

    Jangan jadi orang yang baik.

    Tapi jadilah orang yang TERbaik.

    Jangan jadi seorang pemenang.

    Tetapi, jadilah seorang yang LEBIH dari pemenang.

    Karena orang yang akan PALING diingat dan mengubah sejarah (baik sejarah dalam hidup seseorang, keluarga, bangsa, atau bahkan dunia) adalah mereka yang PALING, TER-, dan pastinya yang LEBIH dari yang lain.

    Bertandinglah secara sportif, kalahkan musuh, dan jadilah LEBIH dari seorang pemenang.

    Seorang pemenang mungkin adalah mereka yang menghalalkan segala cara. Tetapi, seorang yang LEBIH dari pemenang tidak akan melakukannya.

    Bet,again, that’s a good article.

    BTW, ada salah penulisan: “Namun jangan salah, diri anda bisa menjadi musuh juga!. Prestasi….” –> Seharusnya setelah tanda seru ga boleh ada titik. Heheeheheheh….
    ^-^

    licke

    Juni 26, 2008 at 3:03 pm

  2. kalau nurut gw, mungkin istilahnya bukan musuh tapi lawan bersaing, soalnya kalau musuh konotasinya adalah sesuatu yg jahat dan mesti dijauhi atau diperangi, terkait dg tulisan diatas saya setuju, agar kita lebih termotivasi untuk mencapai yg terbaik kita harus menganggap lawan/rival kita adalah sebagi saingan yg harus kita ungguli tapi terlepas dari itu semua hubungan sebagai manusia harus tetap berjalan harmonis dan dalam berkompetisi dilakukan secara sportif dan gentle.
    salam kenal dari gw, sukses!

    iwan andriawan

    Juli 4, 2008 at 4:21 am

  3. To Licke: Thanx atas revisinya. hehehe

    To Iwan: Salam kenal. Sebenarnya saya sudah menjelaskan bahwa kata “Musuh” yang saya maksud adalah lawan tanding dalam sebuah kompetisi.
    Tapi aku setuju bahwa kompetisi tidak boleh menggantikan hubungan yang harmonis dengan sesama. Sebab jika kita kehilangan hubungan yang harmonis karena kompetisi, maka kemenangan kita dalam kompetisi akan terasa kurang maknanya

    Salam sukses!.

    robert

    Juli 13, 2008 at 2:57 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: