Robert’s-Idea

Expression and Inspiration

BEYOND THE LIMIT!

with 6 comments

Piala yang lepas, ayo diuber!. Mantra sakti tersebut belum bisa membuat Tim Merah-Putih membawa pulang piala Thomas-Uber Cup 2008 kali ini. Tim Thomas Indonesia yang dijagokan untuk merebut piala Thomas, justru kandas di semifinal saat melawan Tim Thomas Korea, dengan skor 0-3. Sebaliknya, Tim Uber yang sejak awal hanya ditargetkan masuk semifinal, justru mampu menembus final setelah menumbangkan Tim Uber Jerman, dengan skor 4-1, dan otomatis berhadapan dengan Tim Uber China.

Sayangnya, perjuangan keras Maria Kristin Yulianti dan kawan-kawan tak sanggup membendung kedahsyatan srikandi tirai bambu. Indonesia kalah 0-3. Namun siapapun yang menyaksikan partai final tersebut, pasti setuju dengan saya, bahwa permainan Tim Ganda Uber Indonesia (Liliyana Natsir/Vita Marissa) sangat memukau!.

Setelah kalah di set pertama dengan skor 15-21, Liliyana/Vita tidak menyerah. Mereka berusaha keras meraih point demi point di set kedua untuk menghambat kemenangan duo Yang Wei/Zhang Jiewen, yang merupakan pemain ganda dengan peringkat nomor 1 dunia. Pukulan dropshot berkali-kali dihujamkan, defense diperketat, tenaga dan semangat terus dipompa. Pasangan Indonesia terus bermain menyerang.

Pertarungan di set kedua begitu menguras tenaga Liliyana/Vita, sebab serangan demi serangan yang dilancarkan dapat diredam oleh Yang Wei/Zhang Jiewen, sehingga duel reli-reli panjang tak terhindarkan lagi. Bahkan Liliyana/Vita harus berkali-kali jatuh bangun untuk menahan serangan dari ganda China tersebut

Kejar-mengejar angka terus terjadi, dimana Tim Uber Indonesia sanggup menahan laju Tim Uber China dengan skor 21-19, walau akhirnya harus menyerah di set ketiga dengan skor 16-21. Meskipun demikian, Tim Uber Indonesia kalah terhormat (mengutip komentar Susi Susanti, manajer Tim Uber Indonesia).

Tak heran jika seluruh pendukung Indonesia di Istora tidak henti-hentinya memberikan dukungan walaupun harus melihat jagoannya kalah. Dukungan tersebut diberikan dengan tetap menyerukan yel-yel “Indonesia-Indonesia” saat penyerahan medali perak, dan menyalami para pemain.

Apa yang dapat kita pelajari?.

Kehidupan kita terkadang mirip sebuah pertandingan. Pertandingan untuk mewujudkan impian, the dream comes true!. Sayang, sebagian orang yang gagal mewujudkan impiannya disebabkan karena mereka menyerah saat pertandingan belum selesai. Dalih yang paling umum adalah “tidak mungkin bisa, ini sudah maksimal”. Seharusnya mereka sadar bahwa TIDAK ADA KATA MAKSIMAL SELAMA PERTANDINGAN BELUM SELESAI!.

Bahkan yang lebih tidak masuk akal lagi, ada yang menyerah dengan dalih “saya kurang ini, kurang itu, bagaimana mungkin bisa”. Jika Liliyana/Vita takut akan nama besar dan kemampuan Yang Wei/Zhang Jiewen, mereka pasti kalah telak di set kedua. Sebaliknya, mereka justru bermain sebaik mungkin, hasil dipikir belakangan, yang penting mengeluarkan seluruh performa terbaik.

Bahkan Tim Thomas Korea yang tidak diunggulkan, sanggup menumbangkan Tim Thomas Indonesia, walaupun peringkat Tim Thomas Indonesia jauh di atas Tim Thomas Korea. Artinya, terkadang kemenangan datang dari kegigihan seseorang untuk terus berjuang, terlepas dari bakat yang dimiliki.

Jika demikian, mari mulai bangkit, dan terus berjuang sebab pertandingan belum berakhir. Jangan puas dengan kemampuan maksimal. Berusahalah untuk dapat melampaui kemampuan maksimal yang dapat kita berikan. Beyond The Limit. Bagaimana dengan hasilnya?. Serahkan pada Tuhan. Setidaknya kalau kalah, kita harus kalah secara terhormat, sebab tidak ada kemampuan yang kita sisakan lagi.

Bravo Liliyana/Vita, thanx for inspiring me!.

Iklan

Written by robert

Mei 18, 2008 pada 9:10 am

Ditulis dalam Character and Motivation

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Waaahhhhhhhhhhhhh….iya benerrrrr…

    Thanx for inspiring me from your article.

    Sayang, sebagian orang yang gagal mewujudkan impiannya disebabkan karena mereka menyerah saat pertandingan belum selesai. Dalih yang paling umum adalah “tidak mungkin bisa, ini sudah maksimal”. Bahkan yang lebih tidak masuk akal lagi, ada yang menyerah dengan dalih “saya kurang ini, kurang itu, bagaimana mungkin bisa”.
    ================> itulah yang sering aku lakukan. Sering menyerah, dengan berbagai macam dalih. Bahkan, tadi sore sebelum mbaca artikelmu, itu juga yang sering aku lakukan. Tapi, hari ini aku dapet jawabannya.

    Thanx betz, it’s a very good article. You burn my spirit. Keep goin’ ya!!!!

    Great job.

    I really really hope, God can use you to inspire people through your article. (The fact is God has used you already, man!!)

    licke

    Mei 31, 2008 at 12:30 pm

  2. To licke: Wah… thanx juga buat komennya yang membuat aku makin semangat nulis!. Thanx buat dukungannya ^^

    Sebagai manusia, terkadang kita memang merasakan letih dan ingin menyerah. Asalkan kita cepat sadar dan kembali memompa motivasi, kita tetap akan melangkah di track yang benar.

    God Bless Lick.

    robert

    Juni 2, 2008 at 1:53 am

  3. semangat itu memang penting dalam hidup, untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. well keep the good job bro, teruslah menulis, salam kenal dari daku 😉

    Dimas

    Juni 4, 2008 at 3:08 am

  4. Thanx Dimas…

    Senang berkenalan dengan orang kocak seperti anda ^^

    robert

    Juni 6, 2008 at 1:04 am

  5. Salut!!
    aku bangga kenal ma manusia yg bernama robert ini, jarang2 ada tulisan yang bisa menginspirasi orang. Thx yah bet bwat semangatnya, kayaknya kmu uddah menemukan fokus hidupmu deh. Jangan berhenti menulis ok!!

    Gaby

    Juni 16, 2008 at 8:55 am

  6. Okaaayyy deh Gaby…
    Btw, kabarnya… kamu jadi miliarder ya sekarang? hehehehe

    robert

    Juni 18, 2008 at 1:38 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: