Robert’s-Idea

Expression and Inspiration

IMPULSE BUYING

leave a comment »

Pernahkah anda membeli barang yang tidak direncanakan saat sedang berbelanja?.

Awalnya anda hendak berbelanja pakaian, namun ketika berjalan-jalan di area pusat kosmetik, anda merasa seperti kena hipnotis. Tiba-tiba saja mata anda melahap semua produk kosmetik yang terpampang rapi di tiap counter. Dan sebelum anda bisa menyadarinya, ratusan atau bahkan jutaan rupiah sudah anda keluarkan untuk membeli produk-produk tersebut. Nah, kalau anda pernah mengalaminya (atau mungkin justru sering mengalaminya), anda tidak sendirian. Semua orang pernah mengalaminya, termasuk saya.

Ini pengalaman saya. Sabtu malam lalu, saya pergi ke Johny Andrean Salon untuk gunting rambut. Karena lagi ramai, saya disuruh menunggu sebentar. Namun saya mulai bosan menunggu, sebab sudah 20 menit masih belum dipanggil untuk cuci rambut. Jadi saya putuskan untuk jalan-jalan dulu. Saat itulah mata saya langsung tertuju ke counter Bread Story. Wah, tiba-tiba saja saya langsung membeli beberapa roti di sana, padahal saya tidak lapar.

Pengalaman berikutnya adalah saat berada di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Saya bersama teman-teman berencana memilih beberapa potong baju. Namun jumlah baju yang diambil akhirnya melebihi dari yang direncanakan. Apalagi saat jalan-jalan ke Factory Outlet di Bandung, benar-benar gawat!. Nah, fenomena di atas disebut dengan impulse buying, yaitu pembelian yang tidak direncanakan. Pembelian tersebut terjadi karena sang pembeli dirangsang oleh berbagai faktor, antara lain: program promosi, kehadiran sales promotion girl (SPG) atau sales promotion boy, merchandising (pengaturan letak produk) dan packaging (kemasan yang membungkus produk). Tak heran banyak penjual yang bermain di keempat hal tersebut untuk memicu terjadinya impulse buying

Lihatlah di bulan-bulan tertentu, beberapa toko baju akan membuat program-program promosi, misalnya diskon atau bonus. Umumnya pasti ada batas waktu berlakunya diskon tersebut, sehingga konsumen merasa harus segera membeli baju tersebut sebelum diskonnya habis. Penempatan SPG juga bisa memunculkan rasa ingin beli. Apalagi lagi yang SPG nya jemput bola, misalnya SPG rokok A-Mild dan You C-100. Saya lihat mereka aktif menawarkan produk. Konyolnya, ada juga orang yang membeli produk karena sungkan sama SPG nya. Sementara itu bagi retail-retail seperti Alfamart, Carrefour, Hypermarket, sangat mengandalkan strategi merchandising sebagai salah satu alat untuk memunculkan impulse buying. barang-barang yang paling sering dibeli atau yang punya daya tarik akan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau mata konsumen. Pengaturannya pun dibuat semenarik mungkin, agar rasa konsumtif pembeli muncul, apalagi jika didukung dengan packaging produk yang memang menarik. Bukankah banyak dari kita yang membeli suatu barang karena kemasannya yang menarik?.

Kalau dalam kasus saya di atas, perilaku impulse buying saat membeli roti bread story dikarenakan merchandising produk yang membuat perut saya “seolah-olah” lapar. Sedangkan perilaku impulse buying saat membeli baju, terjadi karena faktor merchandising dan program promosi.

Strategi Impulse buying sangat efektif untuk menjangkau konsumen yang konsumtif. Namun, konsumen yang tidak konsumtif juga bisa saja terjerat. Apalagi jika memiliki budget yang berlebih. Namun jika rasa konsumtif tidak dikendalikan, lama-kelamaan bisa memunculkan perilaku hedonisme.

Yang jelas, dimata pebisnis, perilaku impulse buying adalah sebuah peluang untuk mendapat rupiah lebih. tinggal pilih saja beberapa alat pemasaran yang tersedia diatas , yaitu promotion, SPG, Merchandising, atau Packaging.

Iklan

Written by robert

Mei 1, 2008 pada 1:24 am

Ditulis dalam Business and Marketing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: