Robert’s-Idea

Expression and Inspiration

LEBIH BAIK MENGOBATI DARIPADA MENCEGAH!

leave a comment »

Ada yang salah dengan judul di atas?. Ya, saya memang membalikkan peribahasa tersebut. Kalimat di atas seharusnya berbunyi: “Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati”. Namun realita yang sering terlihat justru sebaliknya, bukan?.

Begini, saya tertegun saat membaca berita mengenai kondisi penerbangan Indonesia. Di sebuah surat kabar nasional ditulis bahwa delapan unit pesawat dari lima maskapai didapati mengalami kerusakan dan harus segera diperbaiki. Dua unit pesawat Batavia Air bahkan harus digrounded karena parahnya kerusakan. Temuan kerusakan tersebut diketahui setelah dilakukan ramp check atau pemeriksaan acak oleh Departemen Perhubungan (Media Indonesia, 14 April 2008). Salut juga akhirnya kerusakan pesawat dapat diketahui sejak dini. Sayangnya, tindakan ini adalah UPAYA PENGOBATAN.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Industri penerbangan Indonesia didera masalah yang tak kunjung selesai. Sebuah masalah, yang menurut saya, adalah hasil dari tidak berbenah diri. Mulai dari kualitas pelayanan yang buruk hingga keselamatan nyawa penumpang yang seolah-olah tidak ada harganya. Coba kita rekap ulang beberapa peristiwa naas yang terjadi di langit Indonesia beberapa tahun ini.

  1. 26 September 1997. Pesawat Garuda Airbus A-300 B4 jatuh di pegunungan Sumatera Utara. Semua 222 penumpang dan 12 kru tewas. Peristiwa ini tercatat sebagai kecelakaan udara terbesar di Indonesia.
  2. 5 September 2005. Pesawat Mandala Airlines jenis Boeing 737-200 terjatuh di pemukiman penduduk di Medan. 102 penumpang dan 47 penduduk tewas ketika pesawat yang terbakar mendarat dan jatuh di pemukiman.
  3. 1 Januari 2007. Pesawat Adam Air Jurusan Surabaya-Manado diperkirakan jatuh di sekitar Selat Makasar . 96 penumpang dan 6 awak pesawat lepas.

Setelah semua peristiwa itu, barulah beberapa maskapai melakukan perbaikan. Misalnya, Adam Air memperketat pengawasan dengan membatasi sejumlah tujuan penerbangan (detik.com – 13/03/2008). Sayangnya maskapai tersebut sudah tidak boleh mengudara (kabarnya akan diganti King Air dan Eagle Air). Dan juga tindakan ramp check Departemen perhubungan di atas, menunjukkan ada langkah pembenahan yang mulai dilakukan.

Namun, mengapa baru sekarang kegiatan tersebut gencar dilakukan?. Seandainya dilakukan dari dulu, mungkin potret penerbangan Indonesia tidak seburam sekarang. Inilah alasan mengapa saya menyebutnya hanya tindakan mengobati, bukan mencegah. Dikatakan tindakan pencegahan apabila dari dulu sudah gencar dilakukan.

Sayangnya, banyak orang lebih suka menanggung kesialan dan mengobati belakangan, daripada mencegah kesialan tersebut. Tindakan mencegah dipikir belakangan, yang penting berbuat dulu.

Jangan salah, siapa tahu kita juga sering seperti itu lho……..

Iklan

Written by robert

April 16, 2008 pada 9:06 am

Ditulis dalam Perspektif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: