Robert’s-Idea

Expression and Inspiration

MEMILIH DEWASA

with 2 comments

Artikel saya kali ini terinspirasi dari tulisan Afra Mayriani, seorang penulis yang sangat memberkati hidup saya. Tulisannya memunculkan tanda tanya besar di hati saya, “sudahkan saya menjadi dewasa?”. Namun, pertanyaan tersebut justru akhirnya membebaskan saya.

MENJADI DEWASA ADALAH SEBUAH PILIHAN. Umur boleh bertambah, tapi belum tentu pertambahan umur tersebut diiringi pematangan karakter dan pola pikir manusia yang bersangkutan.

Kedewasaan seseorang terlihat dari pilihan-pilihan hidup yang dibuat.

Setiap hari, masing-masing orang dihadapkan pada banyak pilihan. Mulai dari pilihan-pilihan yang sederhana, hingga pilihan-pilihan yang sangat menentukan bagi hidupnya kelak. Pilihan-pilihan itu bisa berupa bagaimana orang tersebut memilih mempergunakan waktu, bagaimana orang tersebut memilih bereaksi terhadap suatu masalah, bagaimana orang tersebut memilih karir untuk masa depannya, bagaimana orang tersebut memilih pasangan hidupnya, dan berbagai pilihan lainnya. Ibarat buah dengan pohonnya, pilihan yang salah dapat terlihat dari hasilnya yang buruk pula..

Seorang yang dewasa tidak akan selalu menuntut semuanya secara gratis, dan tidak menuntut semuanya terjadi sesuai keinginannya. Sifat tersebut kita miliki saat masih kanak-kanak. Namun bukan berarti pertambahan umur menyebabkan sifat tersebut hilang. Mungkin saja sifat itu hanya tersamar. Namun sebenarnya masih mengakar di kehidupan kita.

Anak kecil akan merengek jika dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Lihat jika ada anak-anak yang menginginkan es krim tetapi orang tuanya tidak memberikan. Pasti anak itu merengek-rengek untuk dibelikan es krim. Itulah sifat anak kecil. Yang menjadi masalah adalah apabila sifat tersebut masih kita bawa di umur kita yang sekarang. Es krim kita saat ini adalah suatu keadaan ideal yang kita inginkan. Masihkah kita merengek-rengek seperti anak kecil, demi mendapatkan es krim tersebut?

Jika beberapa hal terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan, jangan langsung bereaksi marah-marah, menuntut, menyumpahi Tuhan dan diri sendiri, dan semua yang terkait. Kecewa boleh saja, tapi jangan kehilangan kendali diri sendiri. Inilah yang membedakan antara orang dewasa dengan yang masih kanak-kanak. Kenyataannya, banyak mereka yang umurnya dewasa, namun tetap memilih untuk menjalani hidup dengan cara demikian.

Mulailah pilih pilihanmu dengan bijak. Pilihanmu menunjukkan kedewasaanmu dalam berpikir dan bertindak.

Iklan

Written by robert

April 10, 2008 pada 2:40 pm

Ditulis dalam Character and Motivation

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hai Robert…wah ulasan tulisannya sangat bagus lho…ternyata hebat juga menulis kamu ya.

    Terus diasah ya dan kita belajar bersama…Mudah2an bisa bikin tulisan motivasi dan inspirasi yg lebih banyak lagi untuk anak-anak muda.

    Be Bless,

    Afra
    http://www.aframayriani.wordpress.com

    Afra Mayriani

    April 18, 2008 at 6:41 am

  2. Wah terima kasih sekali…

    Setuju!. mari terus berkarya untuk menjadi berkat.

    robertfilipusambat

    April 19, 2008 at 5:09 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: